Friday, November 30, 2012

Prangko: Macam-macam, Warna-warni, Membahagiakan

Alhamdulillah It’s Friday :)

Omong-omong, masih sering lihat prangko, nggak?

Kalau saya sih masih lumayan sering. Tiap hari kantor saya nerima banyak surat, dan beberapa di antaranya masih pakai prangko.

Beberapa bulan lalu saya tergugah *halah* pas lihat tumpukan amplop dengan prangko tertempel kok dibuang begitu saja. Akhirnya saya ambil, saya lihat prangkonya. It’s really fun to see every picture on it. Gambarnya macem-macem dan warna-warni. Karena suka, saya kumpulkan. Sekarang sudah sebanyak ini :)


Bukan, saya bukan filatelis kok. Kalau filatelis mah nggak bakal ngumpulin prangko bebas begini. Mereka hanya memburu dan mengoleksi prangko edisi khusus yang dicetak terbatas. Selain itu, nggak ada ceritanya filatelis cuma naruh koleksinya di satu plastik gitu. Yang pernah saya baca sih, prangkonya diplastikin satu-satu, baru kemudian ditata di album prangko.

Dari sekian banyak prangko, ini yang paling saya suka, bahkan sampai saya taruh di tempat tersendiri:



Ini adalah prangko edisi Joint Stamp Issue Indonesia-Japan tahun 2008. Sebenarnya total ada 10 prangko di edisi ini, tapi saya baru berhasil dapat 8. Saya belum punya yang nomor 5 dan 8. Ada yang punya dan mau ngasih ke saya nggak? Kurang 2 aja kok. Hehe.




Kelihatan nggak gambarnya apa aja? Let me tell you. Dari kanan ke kiri, atas  (Indonesia) ke bawah (Jepang):
1/10: Danau Kelimutu
3/10: Candi Borobudur
7/10: Angklung
9/10: Scleropages formosus (nama latin dari Arwana Asia)
2/10: Mt. Fuji
4/10: To-ji Temple
6/10: Cherry blossoms
10/10: Nishiki-goi

Tebakan saya sih, prangko nomor 5 bergambar bunga khas Indonesia (mungkin melati) karena nomor 6 bergambar bunga sakura *singing: Sakura no you na, kimi deshita – NEWS: Sakura Gaaru *. Sedangkan prangko nomor 8 bergambar alat musik tradisional Jepang, karena nomor 7 bergambar angklung.

Gambarnya bagus-bagus, kan? Menyenangkan sekali :)

Well, hal-hal kecil yang menyenangkan kayak gini sungguh bisa membuat bahagia.

Happy Friday!


Salam,
Wahyu Widyaningrum

0 comments:

Post a Comment