Saturday, April 21, 2018

また、君の誕生日


Halo. Apa kabar?

Sudah berapa banyak hubungan pertemanan yang kamu jalin? Empat? Sembilan?

Ah, tapi kan kamu bukan tipe orang yang sengaja datang kepada seseorang lalu langsung mengangsurkan tangan dan berkata, “hai, maukah kau jadi temanku?” Duh, membayangkannya saja saya jadi tertawa. Wajahmu tak cocok untuk melakukan itu.

Kamu selalu berkenalan dengan cara yang pelan. Kamu mendekat dengan lambat. Lalu tiba-tiba sudah saling memanggil nama dan saling meminjam alat tulis. Atau catatan.

Tentang catatan ini, ada yang sedikit membuat saya sebal. Mungkin sebab itulah saya tak mungkin bisa lupa.

Saat pelajaran berlangsung, saya yang bebal otaknya ini harus merekamnya. Lewat tulisan. Bisa saja saya tidak melakukannya, tetapi apa yang saya peroleh dari guru hari itu tak akan bersisa pada keesokan harinya. Saya mencatat apapun yang disampaikan guru—kecuali lawakannya yang garing—ke dalam buku, dengan tulisan tangan saya yang unik.

Buku catatan saya ini, lantas sering sekali berpindah tangan kepada kamu, yang dengan indahnya justru mendengkur di meja paling belakang. Tak jarang ia kembali bahkan lima menit sebelum pertemuan berikutnya. Saya diamkan saja itu, bukan karena saya tak kuasa meminta ia kembali darimu, tapi lebih karena saya lelah menagih dan bosan mendengar alasanmu yang alpa membawanya kembali.

Terlebih, angka-angka di lembar hasil penilaianmu selalu lebih tinggi daripada saya. Itu yang paling berhasil membuat saya sebal.

***

Kadangkala saya berpikir betapa enaknya menjadi kamu. Saya bertaruh, di sana kamu tak harus bertemu manusia-manusia yang senang berbasa-basi dan hanya akan menghabiskan waktumu. Lalu demi menyambut baik basa-basi itu, tak jarang beberapa topeng harus dipasang. Bahkan muak pada basa-basi juga akan membuat seseorang lihai pula dalam berbasa-basi. Begitu terus sampai air bisa mengalir dari laut ke gunung.

Apa saja kegiatanmu di sana?

Jangan merokok! Kata orang itu tak baik untuk kesehatan. Saya setuju dengan itu. Oh tapi lebih karena saya tak suka dengan asapnya. Apakah di sana ada rokok? Kalaupun ada, jangan dibeli! Jikalau teman barumu memberimu sebatang, bolehlah kau terima. Terima saja, tapi jangan dibakar dan diisap. Berikan saja pada temanmu yang lain. Semoga kamu mengerti.

Suatu saat, saya akan berkunjung ke tempatmu.

Ketika saat itu tiba, apakah kamu ingin saya membawakan oleh-oleh untuk kamu?



21 April 2018

0 comments:

Post a Comment